A: Sebelum diadakan pertemuan, saya pandang perlu menentukan sesuatu yang di rasa penting yang patut kita atur terlebih dulu.
B: Hal itu kita serahkan saja kepada bapak Kyai bagaimana baiknya pertemuan kita nanti.
A: Apakah tidak sebaiknya pertemuan kita ini dicatat saja dan bila dirasa perlu kita gunakan tape recorder untuk dijadikan kenang-kenangan.
B: Baiklah, kita setuju pendapat Bapak Kyai.
A: Kalau begitu saya akan minta bantuan kepada seorang saudara untuk mencatat pembicaraan kita masing-masing. Dan apakah saudara tidak keberatan hasil perbicaraan kita nanti sekiranya panjang perlu untuk diketahui umum juga, sebaiknya kita jadikan buku (dibukukan)
B: Buat saya tidak keberatan, asal membawa manfaaat untuk umum.
A: Jadi saudara setuju
B: Ya, sangat setuju.
A: Terima kasih, sekarang saya ingin menanyakan, maksud saudara menemui saya. Dan tadi saudara menyebut tentang agama Kristen dan Islam.
B: Begini Pak Kyai, secara terus terang dengan hati ikhlas saya sampaikan bahwa saya adalah seorang yang beragama Kristen Katolik. Seringkali juga membaca buku-buku agama Islam, dan majalah-majalah Islam, terutama majalah Kiblat yang terbit di Jakarta. Dengan membaca buku-buku dan majalah-majalah tersebut, lalu timbul keinginan saya untuk mempelajari dan meneliti agama Islam. Akan tetapi keinginan itu selalu saya sembunyikan saja.
A: Dimanakah saudara mendapat buku-buku Islam dan Majalah Kiblat.
B: Secara tidak disengaja, saya sering menemukan di meja kawan. Mula-mula saya tidak menghiraukan, karena buku dan majalah tersebut berkelainan dengan keyakinan saya. Pada suatu malam saya tidak bisa tidur, padahal saya ingin beristirahat,
lalu saya mundar-mandir di kamar tidur, keluar masuk kamar, lalu saya lihat majalah Kiblat di atas meja, mungkin kepunyaan kawan yang ketinggalan waktu bertamu ke tempat saya secara tidak sengaja, saya ambil majalah tersebut, tanpa kesadaran
saya bawa ketempat tidur, lalu saya buka-buka lembaran, mungkin ada bacaan atau cerita-cerita yang dapat mendorong saya supaya tidur. Kemudian pada suatu halaman, saya menjadi terkejut melihat suatu artikel tentang kristen, tanpa pikir saya membaca. Mula-mula hati saya selaku orang kristen merasa tersinggung, akan tetapi seolah-olah ada daya tarik yang memerintahkan saya supaya terus membacanya, pada saat itulah secara tiba-tiba muncul dorongan hati saya untuk berpikir dan meneliti kebenaran keyakinan saya. Entah karena apa saya lantas ingin membaca buku-buku Islam dan Majalah-majalah Islam.
Malah sering saya cari-cari pinjaman majalah Kiblat pada kawan-kawan yang berlangganan. Makin lama, bertambah timbul dorongan hati saya untuk meneliti ajaran Islam dan Kristen, dan ingin membandingkan tentang ketuhanan antara dua agama tersebut. Secara diam-diam saya terus membaca buku Islam disamping membaca kitab Injil yang menjadi keharusan saya selaku pemeluk agama Kristen.
A: Apakah saudara telah mempelajari kitab Injil Cukup Mendalam
B: Menurut perasaan saya, Kitab Injil itu telah saya pelajari dan saya anggap cukup mendalam. Ini hanya menurut ukuran kemampuan yang ada pada saya saja. Entah lagi dalam penilaian orang lain.
A: Kemudian bagaimana kelanjutan keinginan saudara.
B: Setelah saya meneliti buku-buku Islam dan Kristen yang saya temui, maka dorongan hati saya untuk melepaskan keinginan saya tak dapat saya tahan. Lalu saya mulai tanya-tanya tentang agama Islam pada beberapa orang yang saya temui, tetapi
keterangannya itu belum ada yang memuaskan hati saya.
A: Kepada siapa saja saudara bertanya tentang ajaran Islam.
B: Kepada siapa saja yang saya temui, di samping pembicaraan yang lain. Jadi saya bertanya-tanya merupakan selingan-selingan saja dari pada yang menjadi pokok pembicaraan. Jadi tidak secara langsung.
A: Setelah itu adakah suatu pengaruh pada saudara
B: Ya, anehnya saya mulai tidak rajin lagi pergi ke gereja, mungkin inilah pengaruhnya.
A: Kemudian bagaimana
B: Oleh Karena saya tidak merasa puas dari orang-orang yang memberikan keterangan tentang Islam, lalu saya bicarakan kepada saudara Markam. Oleh saudara Markam saya diajak kerumah Bapak Kyai Baha. Maka saya perlukan datang kemari diantar oleh saudara Markam.
A: Mungkin saudara belum mendalam mempelajari kitab Injil. Apakah tidak sebaiknya saudara meneliti kembali ajaran-ajaran agama Kristen sebelum diadakan pertemuan.
B: Kalau begitu apakah orang yang bukan pemeluk Islam tidak dibolehkan mempelajari agama Islam
A: Bukan begitu, maksud saya ialah bahwa agama Islam itu bersikap toleransi terhadap semua agama dan pemeluknya. Walaupun ajaran Islam tidak dibolehkan memaksa siapapaun untuk memeluk agama Islam. Pemeluk-pemeluk Islam hanya diharuskan melakukan da'wah terhadap siapapun yang sudi menerimanya.
B: Akan tetapi, saya pun memeluk agama Kristen bukan karena ikut-ikut. Pendirian saya setiap orang bebas memilih agama menurut keyakinannya dan berpindah agama menurut keyakinannya pula, yang tentu sebelumnya didahului oleh penelitian dan
pertimbangan-pertimbangan yang mendalam sesuai dengan kemampuannya, baik dengan perantaraan buku-buku, Kitab-kitab, maupun dengan soal jawab (diskusi) atau lainnya.
A: Betul, akan tetapi asalkan dengan cara yang wajar, sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran antara pemeluk suatu agama dan penganut agama yang lain.
B: Itulah yang saya maksudkan agar kedatangan saya kepada Bapak Kyai tidak sampai timbul sangka-sangka dan dugaan-dugaan yang tidak wajar, melainkan dengan tujuan mencari kebenaran dalam memeluk suatu agama. Ringkasnya saya memeluk suatu agama di atas dasar penelitian dari segi rasio maupun dengan ilmu jiwa, dari segi ilmiah, sehingga menimbulkan keyakinan yang kokoh dalam jiwa saya. Keyakinan yang teguh dan kokoh tentunya tidak mungkin menjadi orang yang ikut-ikutan.
A: Memang seharusnya demikian
B: Ada saya jumpai, penganut suatu agama disebabkan karena keturunan, karena ayah dan ibunya menganut suatu agama, karena pengaruh pergaulan, lingkungan, pengaruh keadaan atau bisa jadi maksud untuk berlindung atau lainnya. Oleh karenanya saya berani bersumpah bahwa saya tidak termasuk pada orang-orang yang saya sebutkan itu.
A: Saya hargai pendirian saudara itu.
B: Oleh karena itulah saya menemui bapak kyai untuk menguraikan isi hati saya yang telah lama saya kandung. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya Bapak kyai memberikan waktu kepada saya; terserah menurut kesempatan Bapak kyai karena sekarang sudah tengah malam. Akan tetapi sebisa-bisanya secepat mungkin.
A: Baik, Besok malam saja saudara datang lagi, dengan catatan tidak usah beritahukan dulu pada orang lain. Saya usahakan tempatnya.
B: Akan tetapi bagaimana kalau ada orang yang datang ingin mendengarkan saja.
A: Pokoknya pertemuan kita di usahakan supaya tidak sampai diketahui orang lain, tetapi kalau dipandang perlu saya kira boleh saja, daripada hasil pertemuan kita diberitahukan. Sekiranya besok malam ada orang datang hanya ingin mendengarkan,
hal itu terserah kepada mereka sendiri, pokoknya kita tidak mengundang mereka dan mereka tidak mengganggu ketertiban dan kelancaran dalam pertemuan kita.
B: Baiklah, Semoga pertemuan kita dapat diatur antara pribadi dengan pribadi, bukan untuk umum.
A: Memang demikianlah rencana saya dan supaya saudara-saudara yang ada disini tahu.
B: Saya setuju dengan pendapat Bapak Kyai
A: Adakah Saudara mempunyai Kitab Injil
B: Ya, Saya mempunyai kitab: Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan yang berbahasa Inggris: "The Holy Bible" dan ada juga kitab bahasa Belanda "Bijbellezingen voor het Huisgezin dan ada juga "Al Kitab" terbitan tahun 1968, dan yang terbitan tahun
1970 dan Kitab Zabur.
A: Saya harap kitab-kitab yang saudara sebutkan itu dibawa semuanya besok malam.
B: Ya, saya akan bawa semuanya. Apakah Bapak Kyai mempunyai juga kitab tersebut
A: Dulu pernah mempelajarinya, tetapi dipinjam oleh kawan yang sampai sekarang belum dikembalikan, namun saya telah membacanya .
B: Kalau begitu saya akan bawa semua Kitab-kitab Kristen yang ada pada saya.
A: Harapan saya memang demikian ......
bersambung....
Ku menyusuri jalan ini.. Menyusun langkah terus mencari.. Memburu cinta redha Ilahi.. Menghindari dari dibuai mimpi...
IKLAN NUFFNANG
Thursday, February 11, 2010
Wednesday, February 10, 2010
SABAR DAN TERUS BERSABAR
Seringkali kita mendengar mereka berkata: as sobru minal iman! = kesabaran itu adalah sebahagian dari iman. Firman Allah: " Katakanlah! tidak akan ditimpa musibah kepada kita melainkan apa yang telah ditentukan oleh Allah kepada kita, dan DIA lah Tuhan kita!" [atTaubah:51].
Ini merupakan satu ayat akidah yang memberikan satu pemahaman yang luas bagi kita sebagai muslim yang amat percayakan kekuasaan Allah. Ayat ini sering dibaca oleh Imam Ahmad Ibn Hanbal ketika diseksa oleh pemerintah Abbasiyah di zamannya. Betapa tinggi kesabarannya ketika itu menghadapi situasi yang tidak boleh dibayangkan oleh kita. Kerana apa beliau diseksa? Jawapannya: hanya kerana mempertahankan bahawa Kalamullah itu bukanlah makhluk! Itulah akidah dan prinsip mereka yang berilmu. Tetap teguh dengan pendirian mereka yang bertunjangkan wahyu Allah dan kepercayaan mereka demi menolak fatwa yang hanya berlandaskan hawa nafsu dan logik semata. Ayat ini cukup kuat merangsang diri muslim sebenarnya, sekiranya mereka benar-benar beriman kepada Allah Taala, cukuplah kita dengan ayat ini...
Dalam hadis Nabi SAW ada menyebutkan: dari Anas b Malik r.a. berkata: "Nabi SAW telah melintasi perkuburan dan baginda SAW melihat seorang wanita sedang meratapi di sebuah kubur, lalu baginda SAW bersabda: bertaqwalah kepada Allah, dan bersabarlah!, wanita itu sebaliknya berkata: pergilah kamu! sesungguhnya kamu tidak merasai apa yang aku rasai sekarang ini dan kamu tidak akan tahu (bagaimana rasanya)!, lalu ada orang yang di sampingnya memberitahunya bahawa yang menegur beliau tadi ialah RasuluLLah SAW. maka dia datang ke rumah Nabi SAW.., lantas dia berkata: aku tidak mengenali engkau! Nabi SAW menjawab: sesungguhnya kesabaran itu adalah ketika musibah yang pertama".(alBukhari & Muslim).
Kesabaran ini dikira dalam masa yang pertama, sebaik sahaja kita mendengar berita buruk itu di telinga kita, itulah kesabaran namanya. Yang selepas itu tidak lagi dinamakan sabar. Contohnya diceritakan oleh AbduLlah b Yusuf menceritakan Malik mengkhabarkan Ibn Syihab daripada Said b Al Musayyab dari Abu Hurairah r.a. berkata: " Sesungguhnya RasuluLLah SAW bersabda: " bukanlah kekuatan itu dengan menunjukkan kekuatan dengan berlawan tetapi kekuatan itu ialah mereka yang berjaya menawan dirinya ketika marah". [alBukhari]
Maka ketika itulah akal memainkan peranan yang penting dalam mengawal minda kita dan kesabaran amat diperlukan ketika itu. Namun dalam soal ini, kesabaran kita ada batas dan hadnya juga, bukanlah bererti apabila kita mendengar sesuatu berita sedih tidak boleh langsung untuk kita menangis, hal itu dibolehkan tetapi tidaklah keterlaluan dan bukanlah kita apabila diajak berlawan berulangkali dan dibuli masih terus berdiam diri, itu dayus namanya, tahap kesabaran kita adalah yang pertama, selepas itu mari kita perhatikan kata-kata al Imam As Syafie ini:
" Barangsiapa yang diminta agar diredhai dan dia tidak redha maka dia ialah syaitan serta barangsiapa yang diminta agar marah (diajak atau diperbodohkan agar marah) dan dia tidak marah, maka itu adalah keldai ".
Hanya keldai yang tidak marah walaupun apabila dipukul dan disebat berulangkali, maka kata-kata itu amat bertepatanlah dengan keadaan kita kini. Di mana ratusan saudara Islam kita dibunuh sewenang-wenangnya di Palestin sejak tahun 1948, peristiwa Masjid Babri yang diruntuhkan pada 1992, pembunuhan beramai-ramai di Bosnia, Kosova dan lain-lain negara yang terdapat minoriti masyarakat Islam. maka dalam konteks ini, itu bukanlah dinamakan sebagai sabar, bahkan itulah yang dinamakan himar atau keldai. Islam bukanlah agama yang bodoh dan terlalu lembut namun kita ada keseimbangan dalam aspek kesabaran. Itulah keadilan Islam sebenarnya!
Diceritakan oleh Syaiban b Farukh menceritakan Sulaiman b Mughirah daripada Tsabit Al Bannani daripada Anas b Malik r.a. berkata: " Telah bersabda RasuluLLah SAW: telah lahir kepadaku malam ini seorang anak lelaki, maka aku namakannya sempena nama bapa ku Ibrahim a.s.... berkata Anas: aku telah melihat dia sedang bergelut dengan kematian di tangan Nabi SAW, maka mengalir air mata baginda SAW dan Nabi SAW bersabda: airmata mengalir dan hati begitu sedih, namun kita tidak mengatakan melainkan apa yang diredhai oleh Allah Tuhan kita, sesungguhnya kami terhadap mu wahai Ibrahim amat bersedih hati. [Abu Daud, rujuk al Bukhari, Muslim dan Ahmad].
Maka di sini ada satu hadis yang menolak tanggapan dalam masyarakat kita yang melarang daripada menangis langsung terhadap musibah kematian.
Hal ini menunjukkan bahawa kita bersabar dan cuba menyelesaikannya dengan jalan yang lebih baik.Sejarah telah membuktikan berapa kalikah cubaan untuk menawan kota Constantinople atau Istanbul sekarang ini, sehinggakan bersemadinya jasad Abu Ayyub al Ansoriy di bawah bentengnya. Cubaan demi percubaan dilakukan, namun akhirnya pada zaman Sultan Muhammad al Fatih at Tsani, barulah berjaya ditawan. begitulah semangat, semangat sebenarnya tidak pernah padam bagi mereka yang PERCAYA! Percaya kepada Allah dan janji RasulNya dan percayakan juga kepada dirinya.
Semoga segala usaha kita itu diberkati Allah..
Wallaua'lam
Ini merupakan satu ayat akidah yang memberikan satu pemahaman yang luas bagi kita sebagai muslim yang amat percayakan kekuasaan Allah. Ayat ini sering dibaca oleh Imam Ahmad Ibn Hanbal ketika diseksa oleh pemerintah Abbasiyah di zamannya. Betapa tinggi kesabarannya ketika itu menghadapi situasi yang tidak boleh dibayangkan oleh kita. Kerana apa beliau diseksa? Jawapannya: hanya kerana mempertahankan bahawa Kalamullah itu bukanlah makhluk! Itulah akidah dan prinsip mereka yang berilmu. Tetap teguh dengan pendirian mereka yang bertunjangkan wahyu Allah dan kepercayaan mereka demi menolak fatwa yang hanya berlandaskan hawa nafsu dan logik semata. Ayat ini cukup kuat merangsang diri muslim sebenarnya, sekiranya mereka benar-benar beriman kepada Allah Taala, cukuplah kita dengan ayat ini...
Dalam hadis Nabi SAW ada menyebutkan: dari Anas b Malik r.a. berkata: "Nabi SAW telah melintasi perkuburan dan baginda SAW melihat seorang wanita sedang meratapi di sebuah kubur, lalu baginda SAW bersabda: bertaqwalah kepada Allah, dan bersabarlah!, wanita itu sebaliknya berkata: pergilah kamu! sesungguhnya kamu tidak merasai apa yang aku rasai sekarang ini dan kamu tidak akan tahu (bagaimana rasanya)!, lalu ada orang yang di sampingnya memberitahunya bahawa yang menegur beliau tadi ialah RasuluLLah SAW. maka dia datang ke rumah Nabi SAW.., lantas dia berkata: aku tidak mengenali engkau! Nabi SAW menjawab: sesungguhnya kesabaran itu adalah ketika musibah yang pertama".(alBukhari & Muslim).
Kesabaran ini dikira dalam masa yang pertama, sebaik sahaja kita mendengar berita buruk itu di telinga kita, itulah kesabaran namanya. Yang selepas itu tidak lagi dinamakan sabar. Contohnya diceritakan oleh AbduLlah b Yusuf menceritakan Malik mengkhabarkan Ibn Syihab daripada Said b Al Musayyab dari Abu Hurairah r.a. berkata: " Sesungguhnya RasuluLLah SAW bersabda: " bukanlah kekuatan itu dengan menunjukkan kekuatan dengan berlawan tetapi kekuatan itu ialah mereka yang berjaya menawan dirinya ketika marah". [alBukhari]
Maka ketika itulah akal memainkan peranan yang penting dalam mengawal minda kita dan kesabaran amat diperlukan ketika itu. Namun dalam soal ini, kesabaran kita ada batas dan hadnya juga, bukanlah bererti apabila kita mendengar sesuatu berita sedih tidak boleh langsung untuk kita menangis, hal itu dibolehkan tetapi tidaklah keterlaluan dan bukanlah kita apabila diajak berlawan berulangkali dan dibuli masih terus berdiam diri, itu dayus namanya, tahap kesabaran kita adalah yang pertama, selepas itu mari kita perhatikan kata-kata al Imam As Syafie ini:
" Barangsiapa yang diminta agar diredhai dan dia tidak redha maka dia ialah syaitan serta barangsiapa yang diminta agar marah (diajak atau diperbodohkan agar marah) dan dia tidak marah, maka itu adalah keldai ".
Hanya keldai yang tidak marah walaupun apabila dipukul dan disebat berulangkali, maka kata-kata itu amat bertepatanlah dengan keadaan kita kini. Di mana ratusan saudara Islam kita dibunuh sewenang-wenangnya di Palestin sejak tahun 1948, peristiwa Masjid Babri yang diruntuhkan pada 1992, pembunuhan beramai-ramai di Bosnia, Kosova dan lain-lain negara yang terdapat minoriti masyarakat Islam. maka dalam konteks ini, itu bukanlah dinamakan sebagai sabar, bahkan itulah yang dinamakan himar atau keldai. Islam bukanlah agama yang bodoh dan terlalu lembut namun kita ada keseimbangan dalam aspek kesabaran. Itulah keadilan Islam sebenarnya!
Diceritakan oleh Syaiban b Farukh menceritakan Sulaiman b Mughirah daripada Tsabit Al Bannani daripada Anas b Malik r.a. berkata: " Telah bersabda RasuluLLah SAW: telah lahir kepadaku malam ini seorang anak lelaki, maka aku namakannya sempena nama bapa ku Ibrahim a.s.... berkata Anas: aku telah melihat dia sedang bergelut dengan kematian di tangan Nabi SAW, maka mengalir air mata baginda SAW dan Nabi SAW bersabda: airmata mengalir dan hati begitu sedih, namun kita tidak mengatakan melainkan apa yang diredhai oleh Allah Tuhan kita, sesungguhnya kami terhadap mu wahai Ibrahim amat bersedih hati. [Abu Daud, rujuk al Bukhari, Muslim dan Ahmad].
Maka di sini ada satu hadis yang menolak tanggapan dalam masyarakat kita yang melarang daripada menangis langsung terhadap musibah kematian.
Hal ini menunjukkan bahawa kita bersabar dan cuba menyelesaikannya dengan jalan yang lebih baik.Sejarah telah membuktikan berapa kalikah cubaan untuk menawan kota Constantinople atau Istanbul sekarang ini, sehinggakan bersemadinya jasad Abu Ayyub al Ansoriy di bawah bentengnya. Cubaan demi percubaan dilakukan, namun akhirnya pada zaman Sultan Muhammad al Fatih at Tsani, barulah berjaya ditawan. begitulah semangat, semangat sebenarnya tidak pernah padam bagi mereka yang PERCAYA! Percaya kepada Allah dan janji RasulNya dan percayakan juga kepada dirinya.
Semoga segala usaha kita itu diberkati Allah..
Wallaua'lam
DIALOG KETUHANAN - ISLAM vs KRISTIAN 1
Pada malam Selasa tanggal 9 Mac 1970, salah seorang Santri (Pelajar) dari Pesantren Sumenep (Sdr. Marzuki mengadakan majlis sambutan tahun baru Islam (1 Muharram tahun Hijrah) yang dihadiri oleh beberapa santri lainnya. Beberapa saat kemudian datang dua orang saudara bernama Markam dan Antonius Widuri (keduanya adalah Akauntan) yang sementara oleh Jabatan Akauntan Jakarta ditugaskan di P.N.Garam di Kalianget. Saudara Markam berasal dari Padang beragama Islam, dan saudara Antonius Widuri berasal dari Yogyakarta beragama Kristian sejak kecil dan memang dari keluarga Kristian Katolik Roma.
Kedatangan saudara Markam dan Antonius Widuri pada majlis tersebut kerana ingin menemui Kyai Bahaudin Mudhary yang memang sudah dikenali sebelumnya. Oleh kawan- kawan, terutama oleh saudara Marzuki selaku tuan rumah, kedatangan dua saudara ini disambut dengan ramah dan rasa gembira.
Kemudian saudara Markam menerangkan kedatangannya dari Kalianget ke Sumenep menyertai saudara Antonius Widuri, sengaja untuk menemui Kyai Bahaudin Mudhary, berhubung dengan keinginannya yang sudah lama terpendam untuk membandingkan tentang masalah Ketuhanan dalam Agama Kristen dan Islam. Juga soal yang berhubungan dengan iktikad, kepercayaan di antara kedua agama tersebut.
Menurut saudara Markam, oleh kerana Tuan Kyai sedang berada di sini, minta supaya diperkenankan untuk menguraikan isi hatinya, agar saudara-saudara tidak salah faham, kerana hal tersebut, hanya dari hati ke hati saja, yakni hanya soal keyakinan peribadi semata-mata.
Kawan-kawan tidak keberatan asalkan berkisar dalam soal agama saja, dan tidak ada kata-kata singgungan terhadap sesiapapun. Jadi hanya merupakan soal jawab antara peribadi dengan peribadi saja.
Tuan Kyai Bahaudin menerangkan, sekiranya soal jawab antara peribadi ini tidak selesai malam ini juga, ianya akan dilanjutkan pada malam yang lain. Kalau begitu menurut Kyai Bahaudin Mudhary, kita dapat menamakan pertemuan ini adalah pertemuan pertama. Dengan catatan pertemuan peribadi semata-mata bukan pertemuan dengan undangan.
Perlu diterangkan dalam soal-jawab ini nama-namanya disingkatkan Huruf: "A" singkatan untuk Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan huruf "B" singkatan dari Antonius atau saudara Markam. Kerana Saudara Markam sering ikut menjelaskan keterangan saudara Antonius.
bersambung.....
..
Kedatangan saudara Markam dan Antonius Widuri pada majlis tersebut kerana ingin menemui Kyai Bahaudin Mudhary yang memang sudah dikenali sebelumnya. Oleh kawan- kawan, terutama oleh saudara Marzuki selaku tuan rumah, kedatangan dua saudara ini disambut dengan ramah dan rasa gembira.
Kemudian saudara Markam menerangkan kedatangannya dari Kalianget ke Sumenep menyertai saudara Antonius Widuri, sengaja untuk menemui Kyai Bahaudin Mudhary, berhubung dengan keinginannya yang sudah lama terpendam untuk membandingkan tentang masalah Ketuhanan dalam Agama Kristen dan Islam. Juga soal yang berhubungan dengan iktikad, kepercayaan di antara kedua agama tersebut.
Menurut saudara Markam, oleh kerana Tuan Kyai sedang berada di sini, minta supaya diperkenankan untuk menguraikan isi hatinya, agar saudara-saudara tidak salah faham, kerana hal tersebut, hanya dari hati ke hati saja, yakni hanya soal keyakinan peribadi semata-mata.
Kawan-kawan tidak keberatan asalkan berkisar dalam soal agama saja, dan tidak ada kata-kata singgungan terhadap sesiapapun. Jadi hanya merupakan soal jawab antara peribadi dengan peribadi saja.
Tuan Kyai Bahaudin menerangkan, sekiranya soal jawab antara peribadi ini tidak selesai malam ini juga, ianya akan dilanjutkan pada malam yang lain. Kalau begitu menurut Kyai Bahaudin Mudhary, kita dapat menamakan pertemuan ini adalah pertemuan pertama. Dengan catatan pertemuan peribadi semata-mata bukan pertemuan dengan undangan.
Perlu diterangkan dalam soal-jawab ini nama-namanya disingkatkan Huruf: "A" singkatan untuk Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan huruf "B" singkatan dari Antonius atau saudara Markam. Kerana Saudara Markam sering ikut menjelaskan keterangan saudara Antonius.
bersambung.....
..
Tuesday, February 9, 2010
BANTAL DAN PERWATAKAN
Tahukah anda watak kita dapat dikenali melalui cara kita menggunakan bantal sewaktu tidur?
Terdapat beberapa ketegori bantal dan perwatakan..
1)Memeluk Bantal
Mereka yg suka memeluk bantal biasanya berjiwa seni. Mereka mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap lukisan, muzik dan sastera. Perasaan mereka halus dan jiwa mereka romantik. Kadangkala ada yang boleh membaca peristiwa yg akan berlaku melalui mimpi. Mereka juga sangat prihatin terhadap kesusilaan.
2)Menggunakan Banyak Bantal
Mereka biasanya kurang keyakinan. Dalam kehidupan seharian mereka memerlukan banyak pendamping. Mereka jarang membuat keputusan sendiri, sebaliknya mendapatkan pandangan orang lain.
3)Tidur Dengan Satu bantal
Mereka bukan jenis mengada-ngada dan boleh menerima keadaan seadanya. Mereka juga membuat keputusan berdasarkan fikiran dan bukan nafsu semata-mata.
4)Meletakkan Bantal Di Bawah kaki
Mereka mempunyai sifat kurang baik. Mereka jarang bergaul dengan orang ramai, malah
kaku dalam pergaulan. Ini menyebabkan mereka cenderung bersifat egois. Mereka juga gemar menempuh jalan pintas untuk mencapai cita-cita. Mereka tidak suka berusaha.
5)Tidur Tanpa Bantal
Mereka memiliki sifat percaya diri yang sangat tinggi. Kadangkala sifat percaya diri ini akhirnya akan membawa kepada sifat ego.
Terdapat beberapa ketegori bantal dan perwatakan..
1)Memeluk Bantal
Mereka yg suka memeluk bantal biasanya berjiwa seni. Mereka mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap lukisan, muzik dan sastera. Perasaan mereka halus dan jiwa mereka romantik. Kadangkala ada yang boleh membaca peristiwa yg akan berlaku melalui mimpi. Mereka juga sangat prihatin terhadap kesusilaan.
2)Menggunakan Banyak Bantal
Mereka biasanya kurang keyakinan. Dalam kehidupan seharian mereka memerlukan banyak pendamping. Mereka jarang membuat keputusan sendiri, sebaliknya mendapatkan pandangan orang lain.
3)Tidur Dengan Satu bantal
Mereka bukan jenis mengada-ngada dan boleh menerima keadaan seadanya. Mereka juga membuat keputusan berdasarkan fikiran dan bukan nafsu semata-mata.
4)Meletakkan Bantal Di Bawah kaki
Mereka mempunyai sifat kurang baik. Mereka jarang bergaul dengan orang ramai, malah
kaku dalam pergaulan. Ini menyebabkan mereka cenderung bersifat egois. Mereka juga gemar menempuh jalan pintas untuk mencapai cita-cita. Mereka tidak suka berusaha.
5)Tidur Tanpa Bantal
Mereka memiliki sifat percaya diri yang sangat tinggi. Kadangkala sifat percaya diri ini akhirnya akan membawa kepada sifat ego.
4 PERKARA KAU PERLU TAHU
Salam ukhwah buat pembaca blog sekalian. Kali ini saya akan berkongsi sedikit tips berkenaan dengan 4 perkara. Tips ini mungkin tidak secara totalnya tepat tetapi kita boleh mengambil serba sedikit pengajaran daripadanya.
4 ALAMAT ORANG CERDIK
1. berani menempuh bahaya
2. pandai bermanis muka dengan musuh
3. pandai melihat kesempatan, dan
4. dapat menimbang pertimbangan orang lain
4 ALAMAT ORANG BERIMAN
1. meninggalkan maki
2. menjauhi menyakiti hati orang
3. lekas memberi ampun, dan
4. teliti menjatuhkan hukuman
4 TANDA ORANG BERAKAL
1. Cinta pada ilmu
2. tidak berubah muka menerima umpat dan puji
3. bagus jawabnya
4. banyak benarnya
4 ALAMAT ORANG RENDAH
1. Membuka rahsia
2. pendendam
3. penggunjing
4. memburukkan kawan
4 YANG MENIMBULKAN CINTA
1. muka jernih
2. sudi menolong
3. sudi menghindarkan selisih
4. menjauhi munafik
4 SOAL YANG MEMBAWA KEUNTUNGAN HIDUP
1. Benar perbicaraannya
2. malu melakukan pekerjaan yang tidak baik
3. baik budinya
4. suka berterima kasih
4 SEMPURNA DENGAN 4
1. ilmu dengan larangan
2. agama dengan takwa
3. amal dengan niat
4. kemuliaan dengan kelebihan
4 MESTI DIJAGA
1. teguh menjaga kehormatan
2. redha menerima sedikit
3. berbuat kebaikan setiap hari
4. memelihara lidah
4 MACAM PERCARIAN
1. pertama akal,ialah orang yang hidup dengan bertani
2. pertengahan akal, orang yang hidup berdagang
3. penghabisan akal, orang yang hidup membunuh
4. kehilangan akal, mencari dengan tidak halal
4 ALAMAT ORANG CERDIK
1. berani menempuh bahaya
2. pandai bermanis muka dengan musuh
3. pandai melihat kesempatan, dan
4. dapat menimbang pertimbangan orang lain
4 ALAMAT ORANG BERIMAN
1. meninggalkan maki
2. menjauhi menyakiti hati orang
3. lekas memberi ampun, dan
4. teliti menjatuhkan hukuman
4 TANDA ORANG BERAKAL
1. Cinta pada ilmu
2. tidak berubah muka menerima umpat dan puji
3. bagus jawabnya
4. banyak benarnya
4 ALAMAT ORANG RENDAH
1. Membuka rahsia
2. pendendam
3. penggunjing
4. memburukkan kawan
4 YANG MENIMBULKAN CINTA
1. muka jernih
2. sudi menolong
3. sudi menghindarkan selisih
4. menjauhi munafik
4 SOAL YANG MEMBAWA KEUNTUNGAN HIDUP
1. Benar perbicaraannya
2. malu melakukan pekerjaan yang tidak baik
3. baik budinya
4. suka berterima kasih
4 SEMPURNA DENGAN 4
1. ilmu dengan larangan
2. agama dengan takwa
3. amal dengan niat
4. kemuliaan dengan kelebihan
4 MESTI DIJAGA
1. teguh menjaga kehormatan
2. redha menerima sedikit
3. berbuat kebaikan setiap hari
4. memelihara lidah
4 MACAM PERCARIAN
1. pertama akal,ialah orang yang hidup dengan bertani
2. pertengahan akal, orang yang hidup berdagang
3. penghabisan akal, orang yang hidup membunuh
4. kehilangan akal, mencari dengan tidak halal
Monday, February 8, 2010
KHUSYUK DALAM SOLAT
Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk.
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?".
Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhuk zahir dan batin." Isam bertanya, "Bagaimana wudhuk zahir dan batin itu?" Hatim berkata, "Wudhuk zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wudhuk dengan air. Sementara wudhuk batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-
1. Bertaubat
2. Menyesali dosa yang telah dilakukan
3. Tidak tergila-gilakan dunia
4. Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
5. Tinggalkan sifat berbangga
6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
7. Meninggalkan sifat dengki."
Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, Syurga di sebelah kananku, Neraka di sebelah kiriku, Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."
"Setiap bacaan dan doa dalam solat ku faham maknanya,kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun."
Apabila Isam mendengar menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibanding-kan dengan Hatim.
Wallaua'lam
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?".
Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhuk zahir dan batin." Isam bertanya, "Bagaimana wudhuk zahir dan batin itu?" Hatim berkata, "Wudhuk zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wudhuk dengan air. Sementara wudhuk batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-
1. Bertaubat
2. Menyesali dosa yang telah dilakukan
3. Tidak tergila-gilakan dunia
4. Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
5. Tinggalkan sifat berbangga
6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
7. Meninggalkan sifat dengki."
Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, Syurga di sebelah kananku, Neraka di sebelah kiriku, Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."
"Setiap bacaan dan doa dalam solat ku faham maknanya,kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun."
Apabila Isam mendengar menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibanding-kan dengan Hatim.
Wallaua'lam
TANGISAN ITU PENAWAR
Terima kasih yang tidak terhingga buat pembaca blog yang budiman. Moga kalian dirahmati Allah selalu..amin. Mohon maaf kerana sudah dua hari tidak mengemaskinikan blog ini kerana komitmen yang terlalu banyak sejak akhir-akhir ini.
Pada ruangan kali ini saya akan membawa satu kisah berkenaan tangisan.
Seringkali, ramai yang menyatakan seseorang itu lemah apabila dia menitiskan air mata. Tapi tahukah kita, kadang kala tangisan itu merupakan suatu kekuatan..... ;)
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, aku wanita".
"Aku tak mengerti," kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan mengerti...." Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
"Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas? Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawapan yang boleh diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu membesar menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Ku berikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu....
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Wanita, kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah..
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang ,untuk mencintai semua anaknya, dalam keadaan apapun, dan dalam situasi apa pun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terhantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankan tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahawa, suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya.
Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan, yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Akhirnya, Kuberikan ia airmata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan bila pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata...
INI ADALAH AIRMATA KEHIDUPAN.
Wallahua'lam
Pada ruangan kali ini saya akan membawa satu kisah berkenaan tangisan.
Seringkali, ramai yang menyatakan seseorang itu lemah apabila dia menitiskan air mata. Tapi tahukah kita, kadang kala tangisan itu merupakan suatu kekuatan..... ;)
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, aku wanita".
"Aku tak mengerti," kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan mengerti...." Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
"Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas? Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawapan yang boleh diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu membesar menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Ku berikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu....
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Wanita, kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah..
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang ,untuk mencintai semua anaknya, dalam keadaan apapun, dan dalam situasi apa pun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terhantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankan tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahawa, suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya.
Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan, yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Akhirnya, Kuberikan ia airmata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan bila pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata...
INI ADALAH AIRMATA KEHIDUPAN.
Wallahua'lam
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)