IKLAN NUFFNANG

Monday, February 8, 2010

TANGISAN ITU PENAWAR

Terima kasih yang tidak terhingga buat pembaca blog yang budiman. Moga kalian dirahmati Allah selalu..amin. Mohon maaf kerana sudah dua hari tidak mengemaskinikan blog ini kerana komitmen yang terlalu banyak sejak akhir-akhir ini.

Pada ruangan kali ini saya akan membawa satu kisah berkenaan tangisan.

Seringkali, ramai yang menyatakan seseorang itu lemah apabila dia menitiskan air mata. Tapi tahukah kita, kadang kala tangisan itu merupakan suatu kekuatan..... ;)

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, aku wanita".
"Aku tak mengerti," kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan mengerti...." Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
"Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas? Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawapan yang boleh diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu membesar menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Ku berikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu....

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Wanita, kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah..

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang ,untuk mencintai semua anaknya, dalam keadaan apapun, dan dalam situasi apa pun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terhantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankan tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahawa, suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya.

Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan, yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Akhirnya, Kuberikan ia airmata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan bila pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata...

INI ADALAH AIRMATA KEHIDUPAN.

Wallahua'lam